Header Ads

Gara-gara 900 Meter, Camat Pondok Gede, Kena Pasal 263 KUHP Ancaman 5 Tahun Penjara



POSPUBLIKNEWS.COM - Dugaan pemalsuan surat tanah oleh Camat Pondok Gede, Mardani, kini semakin terungkap. Pasalnya, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Indarto secara terang-terangan sudah menyatakan bahwa pelaku yang merupakan Camat Pondok Gede bernama Mardani, telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Jadi yang bersangkutan (Mardani) telah kita tetapkan sebagai tersangka, karena penyidik telah memiliki dua barang bukti yang kuat," kata Indarto, Sabtu (18/8/2018).


Sehingga dengan menemukan 2 alat bukti tersebut, maka Mardani yang semula berstatus saksi ditingkatkan statusnya jadi tersangka.

Kapolres menjelaskan, kronologisnya ada empat akte yang hilang lalu si pak G lapor ke Pak camat minta dibuatkan akte salinan akte. Tapi bukanya dibuatkan 4 akte ini, semua dijadikan satu akte.

“Jadi yang awalnya 200 per akte jadi ditotal semua 900 meter digabungkan. Nomor-nomor salah semua, itu yang membuat penyidik memutuskan bahwa 2 alat bukti terpenuhi,” jelas Kapolres Metro Bekasi Kota.

Kata dia, Kepolisian akan meminta keterangan dari para ahli perdata pertanahan.

Kata Kapolres, ternyata dari akte tersebut ada sengketa perdata, namun pihaknya tidak mengurus perdatanya dan fokus memproses pembuatan surat palsu akte tersebut.

Kendati sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun pelaku tidak tidak ditahan karena beberapa pertimbangan.

Lanjut dia, untuk melakukan penahanan didalam aturan itu kalimatnya “dapat”.

Jadi dalam status tersangkanya Camat Pondok Gede tersebut dapat karena penyidik tidak khawatir tersangka akan melarikan diri, mempengaruhi saksi lain dan menghilangkan barang bukti.

“Terlebih di (Camat Pondok Gede) adalah pelayan publik.” katanya.

Namun kata Kapolres, terkait ke depannya, perlu ditahan dan tidaknya tersangka tergantung pertimbangan penyidik.

Tersangka dijerat dengan Pasal 263 KUHP dengan ancaman hukuman pidana lebih dari 5 tahun tentang pemalsuan surat.

Sebelumnya, terkait dugaan pemalsuan tanah ini, Mardani menyanggah bahwa ia telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian.

“Ngga ada (penetapan tersangka), semuanya sudah beres”, kata Mardani usai menghadiri rapat Paripurna di Perkantoran DPRD Kota Bekasi, Kamis (16/8/2018). 

reporter: jelly
Diberdayakan oleh Blogger.