Header Ads

Opsir Pajak PBB di Jati Asih, Warga Berbondong Datangi Lokasi Pembayaran

Aparatur Kelurahan Jati Kramat dan Jati Mekar, Kecamatan Jati Asih yaitu Lurah Jati Kramat H.Jaruhdin dan Lurah Jati Mekar H.Gofur bersama staf sedang Obsir PBB.


POSPUBLIK.NEWS.COM
Upaya penarikan pajak bumi dan bangunan di Kota Bekasi kepada warga terus dilakukan. Seperti yang terjadi di Kecamatan Jati Asih Kota Bekasi, Sabtu, (27/10/2018).


Warga dari dua kelurahan Jati Mekar dan Jati Kramat berbondong-bondong melakukan pembayaran pajak bumi dan bangunan di lokasi pembayaran di halaman Toserba di Jalan Raya Jati Mekar Jati Asih.

Selain itu, petugas opsir PBB di Kecamatan Jati Asih pun menyetorkan hasil pengumpulan pajak warga untuk nantinya dibuatkan struk pembayaran oleh pihak Bank Jabar Banten dan disaksikan UPTD Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi.

Ayu warga Jati Mekar sengaja datang untuk lakukan pembayaran karena baru sempat membayar pada hari ini. "Kalau hari biasa saya kerja, Sabtu ini baru sempat bayar. Surat pemberitahuan juga sudah diterima makanya saya datang," ungkapnya.

Kasie Ekonomi Pembangunan Kecamatan Jati Asih, Karma mengatakan opsir PBB menjadi upaya Pemerintah mendekatkan pelayanan kepada warga. Petugas kelurahan pun diterjukan untuk menyisir pajak warga hingga hari Sabtunya.

"Kuitansi pembayaran PBB pun langsung dicetak petugas dari kelurahan setempat. Untuk dua kelurahan dilakukan disini. Kami benar melakukan tugas ini karena terkait uang warga untuk pembangunan di Kota Bekasi," ungkap Karma.

Iman dari petugas opsir PBB dari Kelurahan Jati Mekar juga mengatakan dirinya melakukan opsir PBB di RW 13 Perumahan Graha Indah. Di Minggu ini, dirinya door to door mendatangi warga untuk terus memberikan imbauan  membayar pajak.

Alhasil di minggu ini ia membawa uang penarikan pajak sebesar Rp 12 Juta rupiah. Lebih besar dah minggu lalu yang hanya sebesar Rp 5 Juta.

Menurutnya dia juga, baru tahun ini di perumahan tersebut target pajak bisa mencapai 88 persen. Dari total Wajib Pajak 75 orang dan piutang sebesar Rp 25 Juta.

"Ini baru dari RW 13 saja. Temen-temen lainnya juga terus door to door kerumah warga. Hanya yang masih kendala 25 rumah warga sudah lama kosong dan orangnya susah ditemui," kata Iman yang sebelum di kelurahan bertugas di Dinas Tata Kota.

Sementara itu, Ketua RW 09 Jati Kramat Abdurahman menyatakan respon warganya terkait kegiatan opsir PBB di tahun ini cukup menggembirakan.

"Keinginan warga untuk membayar Pajar lebih baik. Kita terus mengimbau agar warga taat pajak. Untuk itu di RW kami dibantu staf dari kelurahan untuk melakukan penyisiran," kata Abdurahman. (Hms/goeng)

Editor : Saiful
Diberdayakan oleh Blogger.