Header Ads

Pemerhati Publik Anggap KPU Tidak Tegas, Caleg TKK Terancam Nganggur

Surat Edaran Walikota Bekasi

POSPUBLIKNEWS.COM - Beredarnya Surat Walikota Bekasi No. 800 BKPPD tertanggal 19 Oktober 2018 tentang tertib administrasi Tenaga Kerja Kontrak (TKK) yang harus mendurkan diri jika mencalonkan anggota legislatif.  Dalam surat tersebut TKK yang menjadi caleg harus membuat surat pengunduran diri paling lambat tanggal 29 Oktober jika tidak secara otomatis langsung diberhentikan. 

Salah satu pengamat kebijakan publik Kota Bekasi Didit Susilo mengatakan mesti terlambat karena surat tersebut setelah pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) tapi untuk tertib administrasi kepegawaian Daerah. 

"Resikonya caleg yang bekerja menjadi TKK Pemkot Bekasi harus menganggur," kata Didit. 

Labih lanjutnya ia menguraikan sesuai dengan UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 240 ayat 1 huruf K, dasar pengunduran diri tersebut karena TKK honornya bersumber APBD. Hal tersebut juga juga dipertegas PKPU No. 20 tahun 2018 tentang persyaratan calon,  Pasal 7 ayat 7 berisi ketentuan pengunduran diri jika maju mencalonkan diri jika bekerja sumber keuangannya dari APBN atau APBD. 

"Bahkan dalam syarat pengajuan bakal calon legislatif dalam Formulir BB1 harus dilapirkan surat pengunduran diri tersebut. Namun KPU gamang terkait hal tersebut karena dianggap multi tafsir. Padahal secara etika seharusnya mundur," ulas Didit.

Sementara, masih kata Didit, KPU yang tidak tegas terkait hal tersebut saat DCS dan menjadi DCT membuat calon legislatif yang bekerja sebagai TKK tetap maju. 

"Majunya TKK mencalonkan legislatif dari berbagai parpol banyak faktor salah satunya untuk memenuhi syarat kuota perempuan. Ada yang memang ingin berkompetisi dengan persiapan kos politik memadai. Ada juga yang setengah-setengah, resikonya ya kehilangan pekerjaan," jelas Didit.

Ia pun menyarankan ketidaktegasan KPU terkait caleg yang bekerja sebagai TKK dan tetap diloloskan menjadi DCT padahal tidak membuat surat pengunduran diri, untuk dilaporkan ke Panwas, Bawaslu dan DKPP, agar hak TKK sebagai pegawai honorer daerah tetap terpenuhi. " ya kalau seperti ini TKK dirugikan karena ketidaktegasan KPU," pungkas Didit. (*)

Oleh: Jelly
Diberdayakan oleh Blogger.