Header Ads

Unik, Semua Caleg Pegiat Sunda Dapat No Urut 9

Indra Lesmana
POSPUBLIKNEWS.COM -  Sejumlah pegiat budaya Sunda maju sebagai Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, periode 2019-2024. Uniknya semua mendapatkan no urut sembilan (9).

Ketua Bidang Media Dewan Adat Sunda Langgeng Wisesa (SLW), Ahmad Fahir dan Indra Lesmana dalam siaran Pers-nya di Cibinong, Rabu (17/10) mengatakan, ada empat caleg DPRD Kabupaten Bogor yang berangkat dari organisasi yang menjadi rumah besar komunitas budaya Sunda tersebut.

Keempat Caleg dimaksud, yaitu ia sendiri terdaftar sebagai Caleg PKB DPRD Kabupaten Bogor dapil VI, Kepala Sekretariat SLW, Suhendar, sebagai Caleg Dapil IV dari PDI Perjuangan, Indra Lesmana, Caleg PKB Dapil I, serta Sri Handayani yang juga Caleg dari PKB Dapi IV.

"Ada empat aktivis SLW yang maju sebagai Caleg DPRD Kabupaten Bogor dari partai dan dapil berbeda. Uniknya, semua mendapatkan nomor urut 9," ujar Fahir.

Dikemukakannya, dalam terminologi budaya, no 9 merupakan angka yang sakral. No 9 diyakini sebagian masyarakat sebagai nomor tertinggi nan keramat, penuh keberuntungan.

"Nomor 9 identik dengan angka keramat dan penuh keberuntungan. Saya doakan semua caleg pegiat budaya Sunda terpilih," tegas Fahir.

Senada dengan Fahir, Indra Lesmana yang dikenal telah malang melintang di Dunia Organisasi mengungkapkan bahwa angka sembilan adalah bilangan ganjil yang disukai oleh Alloh SWT.

"Alloh menyukai angka ganjil, bahkan wali-waliNya di tanah jawa juga berjumlah 9, yang kita kenal dengan sebutan Wali Songo," kata Indra.

Mantan Ketua Umum PC PMII bekasi yang sekarang menjabat sebagai Ketua DPC Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (SARBUMUSI) kabupaten Bogor yang juga terlibat dalam organisasi kebudayaan sunda (SLW dan SEBUD, red) ini meyakini jika modal suara yang dimilikinya akan mampu menghantarkan dirinya duduk di kursi DPRD Kabupaten Bogor Periode 2019-2024.

"Insyaallah dengan modal suara 2000 yang terdiri dari 1500 dukungan suara dari anggota SARBUMUSI dan 500 suara dari komunitas Kebudayaan Sunda serta Nahdlatul Ulama saya bisa duduk di kursi DPRD kabupaten Bogor. Dengan demikian kepentingan pelestarian budaya sunda sekaligus kepentingan buruh di Kabupaten Bogor bisa saya perjuangkan di parlemen," tutur Indra dengan penuh semangat.

Fahir menambahkan seraya mengajak, agar para caleg yang berangkat dari Sunda Langgeng Wisesa, tampil berbeda dari kebanyakan caleg, yakni dengan menjadikan budaya sebagai program priorotas yang diusung dalam kampanye.

"Semua Caleg yang berangkat dari kasundaan maupun yang belum terlibat dalam giat budaya Sunda diharapkan dapat mendorong pemajuan budaya Sunda secara berkelanjutan. Tugas merawat budaya merupakan tanggung jawab semua pihak" tegas Fahir.

Ia optimis dan yakin, bila semua caleg bicara tentang pemajuan budaya Sunda, ke depan kearifan lokal akan menemukan momentum dan panggung di rumahnya sendiri. Budaya Sunda menjadi tuan di kampung sendiri alias variabel utama dalam pembangunan Kabupaten Bogor.

"Bogor merupakan tanah Pakuan Pajajaran, bumi Prabu Siliwangi. Kearifan lokal Sunda mesti menjadi arus utama di rumahnya sendiri. Pembangunan semua bidang harus memperhatikan faktor budaya Sunda," ungkap dia.

oleh: her
Diberdayakan oleh Blogger.