Header Ads

Keunikan Tradisi di Pernikahan Betawi, Mulai dari Palang Pintu hingga Ngerudat



 Pernikahan, Sayyid hamzah (aam)  putra bapak Ma'mur HS dan ibu Asmiyati dengan Feby sekar ayu (feby) putri bapak riko setiawan dan ibu rosy hijriantin

POSPUBLIK. NEWS. COM
adat Istiadat Tradisi Betawi sudah hampir punah atau sedikit hilang namun walau Jakarta sebagai ibu kota Negara ditinggali penduduknya yang terdiri dari berbagai suku dan kebudayaan, namun budaya asli Jakarta yakni Betawi rasanya masih bisa dirasakan kental dalam kehidupan sehari-hari.



Salah satu contoh yang bisa terlihat, ialah pagelaran pernikahan khas Betawi didaerah Kota Bekasi, Di mana gelaran acara pernikahan adat khas Betawi, seperti juga kebudayaan adat suku yang lain juga hadir dengan tradisinya yang unik.


Nah, masih dalam rangka kemeriahan pernikahan, Sayyid hamzah (aam)  putra bapak Ma'mur HS dan ibu Asmiyati dengan Feby sekar ayu (feby) putri bapak riko setiawan dan ibu rosy hijriantin , dimeriahkan sedikit tradisi unik dengan disambut terlebih dahulu oleh palang pintu yang terdapat dalam pernikahan ala Betawi. Merangkum dari berbagai sumber, berikut di bawah ini ulasan singkatnya.

Mempelai pengantin foto bersama kedua orang tua dan didampingi Camat Bekasi Timur Gutus Hermawan serta Lurah Bekasi Jaya, Ngadino. 

Kekinian yang Bikin Palang pintu yaitu adat istiadat,  sehingga  sangat meriahnya acara pernikahan , Feby sekar ayu (feby) putri bapak riko setiawan dan ibu rosy hijriantin dengan Sayyid hamzah (aam)  putra bapak Ma'mur HS dan ibu Asmiyati.dalam acara pernikahan tersebut saat ijab kabul telah disaksikan oleh Camat Bekasi Timur,  Gutus Hermawan dan Lurah Bekasi Jaya,  Ngadino, Bambinkantibmas, Tokoh Ulama, Rt,,Rw dan warga masyarakat Rw 08 Bekasi Jaya Kecamatan  Bekasi Timur Kota Bekasi.


Mempelai Pria saat Ijab Kabul dengan Orang  Tua mempelai Wanita

Bisa dibilang tradisi ini jadi salah satu tradisi yang paling dikenal masyarakat luas soal pernikahan khas Betawi. Ya, apalagi kalau bukan tradisi palang pintu. Prosesi palang pintu ialah, momen di mana ketika sang pengantin pria datang ke lokasi pernikahan dan ingin menemui pengantin wanita, perwakilan pengantin pria terlebih dahulu diwajibkan mengalahkan para penjaga dari pihak pengantin wanita dengan beradu silat lengkap dengan beradu pantun. Setelah bisa menang, barulah pengantin pria beserta rombongan diperbolehkan melanjutkan perjalanan menemui sang pengantin wanita dan melangsungkan prosesi ijab kabul pernikahan.

Menyalakan petasan rentet : Kalau pernah menyaksikan di televisi atau secara langsung, pasti paham bahwa acara pernikahan ala Betawi memang sangat ramai dan gemuruh. Salah satunya ialah karena adanya mercon alias petasan rentet yang dinyalakan bertubi-tubi diiringi lantunan shalawat sebagai tanda bahwa sang pengantin pria beserta rombongan keluarga besar sudah tiba di lokasi acara pernikahan. Seru ya!

Penyerahan tanda mata
Dalam pernikahan Betawi, ada juga sesi penyerahan tanda mata dari pihak pengantin pria ke pihak pengantin wanita, yang mana dalam acara seserahan yang diiringi pukulan rebana ini termasuk di dalamnya membawa sepasang roti buaya, sebagai simbolik atas kesetiaan kedua pengantin. Kemudian prosesi ini biasanya dilanjutkan dengan acara membuka tutup kerudung pengantin wanita oleh pengantin pria, untuk memastikan wanita yang dinikahi benar adalah pasangannya bukanlah wanita lain.

Mengenakan sarung motif batik Betawi. Mengingat pernikahan Betawi disebutkan unik karena mengandung banyak pengaruh budaya mulai dari Arab, India, China, hingga Melayu, salah satu wujud yang bisa dilihat adalah pada busana. Pengantin Betawi disebutkan memakai sarung bermotif batik asli Betawi, yang harus terdapat tusuk rebung, motif lasem, biasanya ditambah dengan motif burung hong, masjid, dan bunga teratai.

Ngerudat Adalah di mana mempelai pria berangkat menuju rumah mempelai wanita dengan membawa rombongan dan seserahan alias aneka barang bawaan. Isinya macam-macam loh! Isinya disebutkan mulai dari sirih nanas lamaran, sirih nanas hiasan, mas kawin, miniatur masjid yang berisi uang belanja, sepasang roti buaya, sie atau kotak berornamen Tionghoa untuk tempat sayur dan telor asin, jung atau perahu Tionghoa yang menggambarkan arungan bahtera rumah tangga, hadiah pelengkap, kue penganten dan kekudang (bisa barang atau makanan yang disukai pengantin wanita sejak kecil), sampai buah-buahan.

Malam negor : Biasa juga disebut malam sehari setelah acara pernikahan, di malam ini maksudnya sang suami beserta teman-teman dekatnya akan berkunjung ke kediaman sang istri. Dikatakan, pasangan pengantin Betawi setelah menikah tidak serta merta tinggal dalam satu rumah yang sama. Walau setelah akad nikah selesai, suami boleh menginap di rumah pengantin wanita.(*)

Editor  : Saiful
Diberdayakan oleh Blogger.