Header Ads

Proyek Depo LRT Bekasi Molor, Ganti Rugi Lahan Kini Ditangani LMAN


POSPUBLIKNEWS.COM - Pembangunan depo transit  Light Railway Transit (LRT) di Bekasi meleset dari  rencana yang dijadwalkan yaitu Agustus 2018 lalu.

Otoritas proyek pembangunandepo LRT di Bekasi belum memberikan keterangan pasti penyebab 'molornya' pembangunan proyek yang menelan APBN triliunan rupiah tersebut.

Namun yang pasti pemberian ganti kerugian lahan saat ini dikendalikan langsung oleh Kementrian Keuangan.  Kepala divisi pendanaan departemen keuangan, Rini Rismayanti mengatakan bahwa mekanisme pembayaran uang ganti kerugian lahan untuk pembangunan Depo LRT kali ini menggunakan metode baru.

" Hari ini dana yang disiapkan sebanyak 45 milyar dan dibayarkan langsung kepada pemilik lahan yang berhak,",katanya kepada wartawan, Senin 12/11 di kantor kelurahan Jatimulya.

Dikatakan Rini, dana 45 miliar tersebut di peruntukan bagi 27 objek tanah yang terkena proyek Depo LRT. " Untuk pembayaran ganti kerugian lahan kali ini dilakukan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara," jelas Rini Rahmayanti. Sebelumnya pembebasan lahan untuk pembangunan Depo LRT di bekasi mengalami kendala antara lain harga yang diminta masyarakat dan validasi bukti kepemilikan tanah.

Sementara Kepala ART/BPN , Deni Santo, mengatakan pihaknya menyarankan kepada pemilik lahan untuk melengkapi bukti kepemilikan seperti sertifikat , girik ataupun AJB. (Dwie)
Diberdayakan oleh Blogger.