Header Ads

Keseriusan Priyaka Irfan Astama Harsono Terhadap Taekwondo Hingga Jatuh Cinta

POSPUBLIKNEWS.COM - TAK terbesit sedikitpun di dalam diri Priyaka Irfan Astama Harsono, kalau cabang olahraga taekwondo menjadi cabang olahraga yang sangat dia cintai. Mengingat Ipang, begitu dia akrab disapa, menyandang disabilitas tunarungu.

Awalnya, orangtua Ipang menginginkan agar putra tunggalnya ini menekuni satu cabang olahraga. Sepakbola menjadi awal pilihan orangtuanya. Diajaknya Ipang ikut melihat dan mencoba cabang paling favorit sejagat itu. "Saya tidak suka dengan sepakbola," ujar putra tunggal pasangan   Sonny Anugrah Harsono dan Sumastina Puji Astuti di lapangan atletik UNJ Rawamangun Jakarta Timur.

Setelah itu, beberapa cabang olahraga dicobanya, termasuk bulutangkis. Namun, tidak ada yang jatuh di hati. Semuanya belum ada yang membuat dirinya menyenangi cabang olahraga  tersebut.

Pada suatu saat orangtuanya memperkenalkan cabang olahraga taekwondo. Dan rupanya Ipang melihat di cabang olahraga asal Korea Selatan ini sangat cocok bagi dirinya.

Sebenarnya orangtua Ipang juga bukan dari turunan olahraga. Bahkan ayah Ipang adalah seorang musisi dan ibunya ibu rumah tangga

Remaja kelahiran Surabaya, 24 Januari 1995 ini mencoba untuk menyukai taekwondo. "Saya mulai latihan taekwondo umur 13 tahun di Daerah Bintaro," kata pemegang Sabuk Hitam atau setingkat Dan 4 ini.

Kecintaan terhadap taekwondo pun tak terbendung lagi. Bahkan waktunya juga banyak dihabiskan berlatih taekwondo. Saat ini pun, di dalam satu pekan bisa dihabiskan hingga sembilan kali berlatih.

Menurut dia, dengan kondisinya yang tunarungu, taekwondo itu belajar sabar dan melatih disiplin yang tinggi. "Di situlah saya belajar disiplin dan sekaligus belajar sabar," tuturnya.

Kemudian, pada tahun 2010, Ipang memulai ikut perlombaan. Mengikuti nomor Seni Taekwondo, Kyorugi Putra Junior, Jakarta Youth Taekwondo Open Championship dia menjadi juara ketiga.

Berbagai kejuaraan diikuti. Bukan hanya berlomba di kalangan penyandang disabilitas, Ipang juga mengikuti berbagai kejuaraan yang diikuti atlet normal.

Tidak hanya mengikuti berbagai kejuaraan, di dunia pendidikan pun Ipang meraih sukses. Kini dia sedang menyelesaikan skripsi di Universitas Negeri Jakarta fakultas olahraga jurusan Kepelatihan Kecabangan Olahraga.

Judul skripsi yang sedang dipersiapkan pun masih berkaitan dengan taekwondo dan berhubungan dengan tunarungu. Judul skripsinya adalah Pengaruh Keseimbangan dan Konsentrasi Terhadap Tendangan Yeopchagi Pads Atlet Taekwondo Poomsae Tunarungu Sekolah SLB-B Santi Rama.

Mengapa judul itu yang diambil?  "Karena tunarungu punya keseimbangan yang sering jatuh saat tendangan dan sebagaimana atlet tunarungu bisa konsentrasi dalam teknik tendangan,"  tandasnya yakin. Selamat Ipang.(*)

DATA PRIBADI:

Nama : Priyaka Irfan Astama Harsono
Tempat Tanggal Lahir : Surabaya, 24 Januari 1995
Nama Orang Tua
a. Ayah : H. Sony A Harsono SE (Musisi)
b. Ibu : Sumastinah Puji Astuti, SH (ibu Rumah Tangga)

Riwayat Akademis:
 TKLB Santi Rama
 SDLB Santi Rama
 SDN 12 Cipete Utara
 SMPN 240 Jakarta Selatan
 SMKN 6 Jakarta Selatan Jurusan Animasi Kelas XII
 Universitas Negeri Jakarta jurusan Fakultas Ilmu Keolahragaan

Prestasi Taekwondo:
 Juara III : Kyorugi Putra Junior, Jakarta Youth Taekwondo Open Championship
 (11 – 12 Desember 2010)
 Juara II : Kyorugi Putra Junior, Jakarta Taekwondo Festival (10 – 11 Juli 2011)
 Juara I : Kyorugi Putra Junior, Dharma Putra Club Open 2011
 Juara III : Poomsae Beregu Putra Junior, Kejuaraan Nasional Taekwondo,
 Korean Ambasador Cup, Jakarta (27 – 29 Sept 2011)
 Juara I : Poomsae Perorangan Putra Junior Provinsi DKI Jakarta (15-19 Okt 2011)
 Juara II : Poomsae Perorangan Putra Junior, 5th Jakarta Taekwondo Festival
 21 – 22 Januari 2012
 Juara II : Poomsae Perorangan Putra Junior, Best Of The Best Taekwondo
Championship, 4-5 November
 Juara III : Poomsae Perorangan Putra Junior, Indonesia Open 2012, Jakarta 11-14
Novermber 2012

Juara I : Poomsae Perorangan Putra Junior Maestro Bali Taewkondo Tournamet.
Januari 2013
 Juara III : Poomsae Perorangan Putra Senior, Jatim Open, Surabaya 10-12 Mei 2013
 Juara III : Poomsae Perorangan Putra, 22nd Summer Deaflympic 2013, Sofia,
Bulgaria, 26 Juli – 4 Agustus 2013
 Juara III : Poomsae Perorangan Putra, Pekan Olah Raga Pelajar Nasional 2013,
Jakarta 14 – 20 September 2013
 Juara III : Poomsae Perorangan Putra, East Borneo Open Taekwondo Championship,
14 – 16 November 2013
 Juara II : Poomsae Perorangan Putra, Kejurda DKI 2014, 12 April 2014
 Juara I : Poomsae Perorangan Putra, Kejurkot Jakarta Selatan
 Peringkat 7 Dunia, Male Poomsae Individu World Deaf Taekwondo, per December 2013
 Juara II : Poomsae Perorangan Putra, Invitasi Cabang Olahraga Beladiri Provinsi DKI
Jakarta 2014, 6-8 November 2014
 Juara III : poomsae berpasangan kejuaraan nasional taekwondo mahasiswa di GOR
Sritex Solo tgl 8-10 okt 2015
 Juara II : kejuaraan Poomsae Battle Piala Gubernur DKI Jakarta GOR Ciracas, Jakarta
tgl 14-15 April 2016
 Juara II : Kejuaraan International Thailand Open, tanggal 5 Agustus 2017

Prestasi Lain:
 Juara I : Lomba Design Grafis Perorangan Putra/ Putri SMP Inklusi
 Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2011
 Juara III : Lomba Design Grafis Tingkat Nasional, Gebyar Potensi dan Bakat PK-LK
 Dikdas Tingkat Nasional, Jogjakarta 11 – 14 Oktober 2011

Pelatihan dan Seminar
 Pelatihan Modifikasi dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Untuk Anak Berkebutuhan
Khusus di DKI Jakarta
Jakarta, 24 Agustus 2016
 Seminar Pengembangan Pemahaman Konsep Anak Berkebutuhan Khusus
Jakarta, 8 September 2016
 WTF Partnership Para Taekwondo
Taekwondowon, Muju, Korea Selatan, 25 Oktober - 7 November 2016
 Pelatihan Bagi Pembina Olahraga Disabilitas Provinsi DKI Jakarta
Jakarta, 30 November 2016
Diberdayakan oleh Blogger.