Header Ads

Pekerjaan Gorong-gorong Di Ciketing Udik Amblas Lagi

Oleh: Hadi
Jalan Servis RT 002 RW 003 Kelurahan Ciketing Udik Kota Bekasi

POSPUBLIKNEWS.COM  - Pembangunan gorong - gorong  jalan Servis RT 002 RW 003 Kelurahan Ciketing Udik Kota Bekasi Jawa Barat, telah ambruk yang kedua kalinya, yang dikerjakan oleh rekanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi melalui Lelang Pekerjaan Secara Elokronik (LPSE) tahun 2018 menelan anggaran miliaran rupiah. 

Ironisnya, sebelumnya jalan servis  telah ambles sepanjang 50 meter yang dikarnakan curah hujan yang cukup deras menjadi terkikisnya tanah yang ada, jalan beton menjadi patah dan ambles sekitas 1 meter. Dan saat ini terulang kembali dan lebih parah dari yang pertama, kurang lebih amblas mencapai 2,5 meter. 

Pembangunan gorong-gorong jalan servis di tengah-tengah jalan dengan kedalaman 7 meter sampai 8 meter tahap pertama (I) Pembangunan gorong-gorong jalan servis meninggalkan kenangan pahit bagi warga RT 01 RT 02 RW 03 dan Komplek PDK RT 004 RW 001 Ciketing Udik.

Pasalnya waktu pelaksanaan musim penghujan akibatnya rumah-rumah warga banjir digenangi air, warga sampai mengungsi hingga berminggu-minggu.

Sebelumnya pada pekerjaan pertama yang dikerjakan rekanan Dinas,  Walikota Bekasi Rahmat Effendi sampai turun kelokasi pembangunan gorong-gorong jalan servis yang mengakibatkan banjir rumah warga Ciketing Udik.

Hal itu Pembangunan gorong - gorong jalan servis tahap kedua (II) musim kemarau lancar tanpa hambatan begitu mulus sehingga seratus persen proyek tersebut selesai dikerjakan oleh rekanan Dinas BMSDA melalui LPSE 2018. 

Sementara, Ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi LKPK DPC Kota Bekasi, Rian angkat bicara terkait pembangunan gorong-gorong jalan servis tahap pertama dan kedua, kami menilai yang pertama akibat pembangunan gorong-gorong warga menjadi korban banjir, tahap ke dua jalan tersebut amblas dan jebol.

"Pembangunan gorong-gorong jalan servis tahap ke dua bukan saja akibat hujan yang deras tetapi kami menduga, ada kejanggalan dalam pemadatan jalan tersebut, seharusnya konsultan harus jeli apa lagi orang Dinas dari pengawasan harusnya lebih teliti," kata Rian. 

Ia minta kepada Dinas terkait agar membongkar pemasangan gorong-gorong terlebih dahulu baru melakukan pemadatan yang cukup supaya tidak lagi terjadi Jebol dan Amblas.

Sementara, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya, Anjar saat di hubungi melalui melalui WhatsApp (WA) enggan memberikan jawaban tekait kegiatan tersebut.(*)

Diberdayakan oleh Blogger.