Header Ads

Ketua LKPK DPC Kota Bekasi: Pembangunan Sumur Artesis Terkesan Asal Jadi dan Lamban

Oleh: Suhadi


POPUBLIKNEWS.COM - Pembangunan Sumur Artesis (air bersih) yang menggunakan anggaran Negara menelan anggaran puluhan miliar rupiah, yang dilaksanakan wilayah Bantargebang Kota Bekasi, yang rencananya akan di salurkan kerumah warga setempat yang berdampak dari gunung sampah TPST Bantargebang milik Provinsi DKI Jakarta.

Hal itu, Rian Ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi LKPK DPC Kota Bekasi sangat menyayangkan pelaksanaan kegiatan tersebut, disalah satu wilayah RT 001 RW 004 Kelurahan Ciketing Udik, ada pipa yang belum tersambungkan dari pipa air bersih. 


“Harusnya pihak ketiga (kontraktor) mengutamakan warga yang terdampak langsung yang mendapatkan sambungan pipa air bersih bukan kantor IPALD yang di bawah naungan DISPERKIMTAN karena air bersih tersebut usulan warga terdampak TPST Bantargebang,” kata Rian.

Lebih lanjutnya Rain menjelaskan, kalau kita melihat kondisi dilapangan pembangunan sumur artesis terkesan asal jadi dan lamban. 

“Padahal waktu yang sudah ditentukan sudah selesai, dimulai pekerjaan dari 21 September 2018, 90 hari kerja. Sementara sekarang sudah masuk tanggal 4 Januari 2019 pembangunan sumur Artesis belum selesai dikerjakan, jelas ini terkesan asal jadi dan lamban kerjanya,” paparnya. 

Sementara, Pelaksana Kegiatan dari pihak ketiga (kontraktor) Gery mengatakan, bahwa pipa yang belum tersambungkan dilokasi tersebut tidak ada datanya.  

“Kami menyambung pipa sesuai data dari Disperkimtan, walau dekat dengan gerbang TPST Bantargebang kalau tidak ada datanya kami tidak bisa mengerjakannya, kami bekerja sesuai data dari DISPERKIMTAN,” kata Gery saat dikonfirmasi terkait kegiatan sumur artetis. (*)
Diberdayakan oleh Blogger.