Header Ads

Masih ABG Jadi Begal, Polresta Bekasi Kota Aman Delapan Tersangka

Oleh: S Palah


POSPUBLIKNEWS.COM - Aparat kepolisian wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota telah berhasil mengamankan delapan (8) para pelaku begal motor, saat sedang beraksi di depan sekolah Pangeran Jaya (pangjay) Kelurahan Harapan Mulya Kecamatan Medan Satria pada Kamis, (3/01/2019).
Dari tangan pelaku yang rata rata masih remaja, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti hasil kejaharan berupa lima (5) handphone berbagai merek, 1 buah celurit, 1 bilah parang, 1 unit sepeda motor Mio dengan Nopol B 6004 TUP dan 5 motor yang dipakai para pelaku untuk melakukan aksi kejahatan.


Dalam melakukan aksinya, mereka dikenal sadis dan tak segan-segan melukai korbannya yang melawan.
Kedelapan pelaku masing-masing HS alias Golden (16), MDS alias Dani (16), Df alias Ucok (16), AL alias Dullah (17), DR alias Sentot (19), YYT alias Ambon (16), NRDN alias Petit (20) serta NPL alias Black (DPO).

Sementara itu, korban begal Hadi Suryanto mengalami luka robek dibagian kepala dan badan belakang hingga kini masih di rawat insentif di rumah sakit.
“Seluruhnya dijerat pasal 365 KUHP jo pasal 65 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun ditambah sepertiga hukuman pokok jadi 16 tahun penjara.” kata AKBP Eka Mulyana Jumat, (4/01/2019).
Adapun kronologisnya jelas AKBP Eka bahwa, pada saat saksi Edo (pelopor) dan saksi Mustofa serta korban berboncengan untuk mencari makan di daerah Summarecon Bekasi. tiba-tiba, disekitar lokasi, mereka bertemu dengan para pelaku dengan mengendarai 4 motor berlawanan arah.


Kemudian, salah satu pelaku langsung berputar arah, menyalip dan langsung turun mengahadang sepeda  motor korban sembari mengacungkan senjata tajam jenis celurit, samurai dan parang.
"Akibatnya, korban terjatuh selanjutnya pelaku (Golden) tanpa basa basi langsung membacok korban dengan sajam sehingga korban terluka. Pelaku pun mengambil Hp dan kunci motor milik kotban. Namun motor korban belum sempat diambil pelaku,” ucap AKBP Eka.
“Modus operandi pelaku saat melakukan aksinya, mereka selalu berteriak dengan mengatakan “kelompok Gengster Jakarta”, bahkan dalam aksinya, mereka selalu membawa senjata tajam dan tidak segan segan melukai korbannya,” ungkap AKBP Eka. (*)
Diberdayakan oleh Blogger.