Header Ads

Pemkab Minahasa Utara Kunjungi Pemkot Bekasi dalam rangka studi komparatif tentang pengelolaan Keuangan dan Aset


POSPUBLIK.NEWS.COM
Kota Bekasi- Puluhan aparatur Badan Keuangan Pemkab Minahasa Utara melakukan kunjungan ke Pmerintah Kota Bekasi dalam rangka studi koomperatif untuk pengelolaan keuangan dan aset yang ada di pemkot bekasi.  Rabu (20/02/2019)

Rombongan yang dipimpin oleh kepala bidang keuangan , Jurike WS diterima oleh sekretaris BPKAD Kota Bekasi, Amsiyah didampingi Kasubit dan jajarannya bertempat di ruang pressroom Bagian Humas,
Rabu ( 20/02/2019).


Jurike menjelaskan bahwa Kedatangan dirinya beserta jajaran di Badan keuangan Kab Minahasa Utara ingin melakukab studi komparasi tentang pengelolaan keuangan dan aset yang ada di BPKAD kota Bekasi.

Disampaikannya, alasan memilih Kota Bekasi karena telah mendapatkan WTP (Wajar Tanpa Opini) sebanyak 3 kali, hal ini tentunya diperoleh melalui pengelolaan keuangan yang baik , jadi sudah tepat kalau kami datang pemkot bekasii " ujarnya.

Jurike menjelaskan Kabupaten Minahasa Utara terletak di provinsi Sulawesi Utara, diantara Kota Manado dan Kota Bitung. Beberapa potensi yang tumbuh diantaranya di sektor pariwisata dan properti.

" Kami juga akan menjelaskan sebelumnya Badan Keuangan dan Dinas Pendapatan Daerah Kab. Minahasa digabung selama 3 tahun, namun setelah itu tahun kemarin dipisah menjadi Badan Keuangan yang terdiri dari bid.aset, Bid. Anggaran, Bid. Akuntansi, Bid.Pendataan dan Bid. Penagihan " sambungnya.

Sebelum menutup sambutannya, Jurike berterima kasih karena kunjungannya telah diterima dengan baik, yang difasilitasi oleh Bagian Humas Setda Kota Bekasi.

Sekretaris BPKAD Kota Bekasi, Amsiyah bersama jajarannya menyambut baik kedatangan rombongan.

Amsiyah mengucapkan selamat datang di kota bekasi kepada rombongan Badan Keuangan Pemkab. Minahasa utara.

"Kota Bekasi yang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebanyak 2.9 trilyun, luas kota Bekasi 210 km², dan berbatasan langsung dengan ibukota, penghasilan kota Bekasi berasal dari perdagangan dan jasa " ungkapnya

Selain itu letak Kota Bekasi berdekatan dengan ibukota juga menambah daya tarik investor untuk investasi di kota Bekasi dengan dibangunnya Perhotelan dan Mall.

" Kota Bekasi memiliki pendapatan dari 9 jenis pajak dan retribusi yang dilakukan oleh Bapenda, sedangkan untuk Aset merupakan tugas dari BPKAD.

"Kota Bekasi sendiri mempunyai aset mencapai 13 Trilyun, namun mengalami penyusutan setelah dilakukan pendataan .dan kini asetnya kurang lebih mencapai 10 Trilyun dari dua jenis aset yakni aset bergerak dan juga tak bergerak.

"BPKAD mempunyai 62 izin sertifikat dari 100 sertifikat , karena hanya dengan sertifikat aset bisa kita akui dan tidak hilang. Apalagi tanah di Kota Bekasi semakin dikit sehingga menjadi tugas dari Pemerintah untuk melakukan pengamanan aset yang melibatkan camat dan lurah"

"Sehingga camat dan lurah bertanggung jawab atas aset yg ada di wilayah mereka, mudah-mudahan kita bisa bertukar pikiran terkait program yang bisa memajukan Kab. Minahasa dan Kota Bekasi"

Acara dilanjutkan dengan dialog interaktif , foto bersama, dan tukar menukar cinderamata antara pemerintah Kota Bekasi dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa(dro)

Editor: Saiful
Diberdayakan oleh Blogger.