Header Ads

Biskuit Bayi di Posko Caleg PAN DPR-RI Warga Bilang Merasa Tidak Dipolitisir

Biskuit Balita 

POSPUBLIK.NEWS.COM
Kota Bekasi- Pernyataan Komisioner Bawaslu, Ali Mahyahil terkait temuan ratusan dus berisi biskuit untuk balita dan ibu hamil di Posko Pemenangan Caleg DPR RI dari PAN, Intan Fauzi.  Sikap Bawaslu tersebut justru menuai kecaman  dari beberapa tokoh masyarakat di Kota Bekasi.

Ketua LSM Kaki Publik, Adri Zulpianto sikap Komisioner Bawaslu, Ali Mahyahil terlalu tergesa-gesa dan terkesan kepingin dinilai saja atau pencitraan.



"Bawaslu itu kalau sidak juga kan harus ada tata cara nya harus ada surat tugas terkait apa sidaknya. Dan menurut PKPU  kan kalimat sidak tidak boleh menggeledah.  Dan jangan di ekspos dulu ke media.Karena kerja Bawaslu kan kolektif kolegial. Tidak main sendiri."ungkapnya.

Kalau belum verifikasi ke yang bersangkutan (peseta Pemilu) jangan di ekspos dulu.

"Misalnya ada temuan nih, Bawaslu ajak dulu ngobrol tuh sesama Komisioner. Lalu panggil juga pihak yang diduga dan diperiksa. Jangan belum apa-apa sudah di ekspos. Lah kalau ternyata ya g di sidak tidak bersalah melakukan pelanggaran, kan bisa kena pasal pidana tuh Bawaslu, pencemaran nama baik, dan masuk ke rumah orang tanpa ijin dan mengambil barang. Itu kan pencurian."kata Adri.

Adri malah menduga oknum  Bawaslu itu masuk ke ranah dinamika persaingan sesama caleg.

"Bisa saja kan anggota Bawaslu itu masuk ke dinamika persaingan antar Caleg dengan atau tanpa disadari."ungkapnya. Kamis(7/3/2019).

Lebih baik  kata Adri Bawaslu tindaklanjuti temuan kasus-kasus sebelumnya yang sudah proses di kejaksaan, namun saat ini sudah tidak terdengar lagi kabarnya.

"Urus yang sudah jelas aja kasus-kasus yang sudah sampai ke kejaksaan tuh, pembagian sembako. Itu jelas melanggar. Kenapa sekarang tidak ada kabarnya lagi."sindirnya.

Komisioner Bawaslu Ali Mahyahil saat dikonfirmasi siapa warga pelapornya terkait temuan biskuit tersebut. Tidak may menjawab dengan tegas.

"Pokoknya warga lah. Tulis aja atas laporan warga."jawab Ali.

Ketika didesak, apakah pelapornya timses dari caleg tertentu yang merupakan pesaing. Ali tetap menjawab. "Pokoknya warga aja."ucapnya.

 Hasil investigasi kabardaerah.com dilapangan justru berbanding terbalik dengan respon Bawaslu.

"Kami sangat terbantu dengan adanya biskuit itu kok. Karena bantuan biskuit balita dari Dinkes Kota Bekasi sudah lama tidak kami terima. Jadi adanya biskuit balita dari anggota DPR RI (Intan Fauzi.red) justru seperti air di padang pasir. Sangat membantu kok."ucap Rita, ketua Posyandu RW 02, kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih."tuturnya seraya menyebut mengambil biskuit secara berkala di kantor Intan Fauzi di Ruko Galaxy dengan kendaraan sendiri. Kamis (7/3/2019).

Ketika ditanya apakah dengan mendapatkan biskuit tersebut dirinya dipaksa atau dipengaruhi untuk mencoblos Intan Fauzi di Pileg 2019. Rita menjawab lugas. Menurut dia, setiap membagikan biskuit pada kader posyandu tidak menyuruh atau mempengaruhi masyarakat untuk mencoblos.

"Ya 'ga lah, lagian stiker yang di dus kan gambarnya Intan Fauzi sebagai anggota DPR RI dari PAN. Dan saya sama kawan-kawan kader Posyandu juga tidak ngomongin politik siapa caleg yang harus di coblos. Selesai nimbang balita ya kita kasih biskuit itu dan bubur kacang ijo, itu aja sih."tutur Rita yang mengaku bukan timses Intan Fauzi.

Senada dikatakan Azis tokoh masyarakat di RW 01 Rawa Pasung Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat. Dijelaskan Azis, dirinya datang sendiri pakai kendaraan sendiri mengambil biskuit balira dan ibu hamil di Posko Anggota DPR RI, Intan Fauzi.

"Seringlah saya ngambil (biskuit.red) sendiri ke posko di Galxy. Karena ibu-ibu Posyandu dilingkungan saya pada minta, ya saya minta ijin ke timnya bu Intan. Kalau di ijinkan ya saya ambil."katanya.

Dia menambahkan, dirinya sudah mengambil kurang lebih 20 dus biskuit balita. Dan itu pengambilanya bertahap tergantung permintaan warga dan Posyandu.

"Dilingkungan saya banyak banget balita. Maklum lah perkampungan padat. Saya sebagai warga masyarakat mengucapkan terimakasih pada anggota DPR RI, bu Intan Fauzi. Lah kalau nunggu dikasih dari kementerian mah sampe tahun jebot ge ga bakalan dapet tuh biskuit."tandasnya.

Seperti diberitakan, Komisioner Bawaslu Kota Bekasi, Ali Mahyahil dan Novita mendatangi kantor pemenangan anggota DPR RI yang juga Caleg DPR dari PAN, Intan Fauzi di Ruko Galaxy. Yang menurut Ali atas laporan dari masyarakat sehingga dirinya berinisiatif mendatangi posko tersebut dan menemukan ratusan biskuit yang ditempel stiker bertuliskan Intan Fauzi, Anggota DPR RI dari PAN. (red)

Editor : Saiful 
Diberdayakan oleh Blogger.