Header Ads

Upacara Peringatan HUT Ke-22 Kota Bekasi Walikota Bekasi Sampaikan Amanatnya


POSPUBLIK.NEWS.COM
Tepat hari ini 10 Maret 2019, Kota Bekasi berusia 22 Tahun. Upacara Peringaan HUT Ke-22 Kota Bekasi digelar di Alun-Alun Kota Bekasi. Selaku Pembina Upacara Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi dan Pemimpin Upacara Camat Medan Satria Lia Erliani.

Kota Bekasi setelah 22 berdiri melalui keputusan UU No 9 Tahun 1996 tentang pembentukan Kotamadya Bekasi.


Upacara dikuti ribuan peserta dari Veteran Bekasi, pimpinan DPRD, pimpinan Muspida Kota Bekasi,  unsur TNI-Polri, aparatur, Pelajar, unsur Ormas, dan Ibu-Ibu PKK.

Sebagai bentuk penghormatan, pada kesempatan itu, tempat duduk para pensiunan dan veteran Kota dan Kabupaten berdampingan dengan jajaran Muspida, Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi, Wakil Walikota Bekasi Dr Tri Adhianto, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto, Dandim 0507 Kota Bekasi Letkol Arm Abdi Wirawan dan unsur Muspida lainnya.

Berlangsung Hidmat, upacara diawali mengheningkan cipta kepada arwah para pahlawan Kusuma bangsa, pembacaan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Dilanjutkan amanat pembina Upacara Walikota Bekasi Dr Rahmat Effendi.

Diawal kata sambutannya, Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi mengatakan ucapan terimakasih kepada para sesepuh mantan pensiunan pejabat baik di pemerintah kabupaten Bekasi saat itu dan kota Bekasi. Selain itu hadir mantan Sekda Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji.

"Saya lihat H Abdul Manan, Pa Wikanda dan Pa Wawan, dan  Para veteran dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-22 Kota Bekasi," ucap Rahmat Effendi.

Ia melanjutkan mengenai harapan agar salah satu tokoh Kota Bekasi yang juga mantan Wakil Walikota Bekasi periode 2013-2018, H Ahmad Syaikhu yang mendampinginya dahulu bisa menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Dari relung hati saya yang paling dalam, saya berdoa mudah-mudahan Pak Anies dibukakan pintu hatinya untuk memilih dia (Ahmad Syaikhu) menjadi wagub DKI," kata Rahmat Effendi. 

Walikota Bekasi Rahmat Effendi juga berterimakasih kepada warga masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya dan Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto untuk menahkodai perjalanan pembangunan Kota Bekasi kedepan. Guna mewujudkan Kota Bekasi yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023.

Selain itu ucapan terimakasihnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi besar atas pembangunan Kota Bekasi hingga sekarang berusia 22 tahun. Ia ingin semua pihak ini terus memberikan sumbangsih positifnya untuk Kita Bekasi yang kita Cintai.

Dalam perjalanan pembangunan banyak rintangan dan tantangan yang dihadapi mewarnai rapot keberhasilan Kota Bekasi. Dan berkat Rahmat Allah Tuhan Yang Maha Esa dan semangat persatuan dan kesatuan membangun kota dan religiusitas warganya, semuanya bisa dihadapi.

"Ini bukti peran aktif antara pemerintah dan masyarakat dalam setiap proses pembangunan mutlak dilakukan.
Proses belum sepenuhnya berhasil untuk itu agar aparatur dan masyarakat untuk terus meningkatkan profesionalisme dan integritas beserta tugas pokok. Mampu berkontribusi positif  dengan karya nyata," ungkapnya.

Lanjut Rahmat Effendi di dalam RPJMD Kota Bekasi dijabarkan secaa konsisten mengacu prinsip-prinsip keseimbangan antara pendekatan empat pilar  pembangunan nasional.

Dan dalam daya dukungnya atas pembangunan Kota Bekasi tersebut, berbagai prestasi bisa diraih Kota Bekasi terkait pendapatan asli daerah menjadi terbesar di Jawa Barat melewati capaian PAD Kota Bandung. Bahkan Kota Bekasi urutan terdepan dari penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB-BBNKB) se-Jawa Barat.

"Lagi melewati capaian Kota Bandung yang juga sebagai Ibukota Provinsi Jawa Barat. Ini berarti potensi ekonomi Kota Bekasi luar biasa yang dulu dibilang di planet mars dan kumuh ternyata bisa terus mensejahterakan warganya," kata Rahmat Effendi. Selain itu kata dia lanjut inflasi Kota Bekasi juga terendah se-Jabar.

Rencana kedepan pelayanan kesehatan ia menyebutkan disisa akhir masa jabatannya setidaknya ada 4 rumah sakit Tipe D akan dibangun. Termasuk pada hari ini RS Tipe D Dijatisampurna akan diresmikan pada HUT Kota Bekasi Ke-22 ini.

"Ini menandakan Pemkot Bekasi melaksanakan harapan amanat UUD bahwa negara wajib mensejahterakan masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan sesuai amanat para leluhur pendiri bangsa yang tertuang dalam  UUD 45," kata Rahmat Effendi.

Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen melanjutkan 12 tahun wajib belajar gratis. Ia pun yakin Pemkot Bekasi mampu mensubsidi biaya operasional SMA/SMK dan sederajat namun belum mendapat respon Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Untuk itu dirinya akan membuat kuisioner kepada warga mengenai pembebasan biaya SMA dan SMK Negeri di Kota Bekasi.

Selain itu, Pemkot Bekasi mendukung  revitalisasi Kalimalang yang akan dilakukan Pemprov Jawa Barat. Bahkan Pemkot Bekasi sudah memberikan Detil Engineering Desain (DED) beberapa tahun lalu ke Pemprov Jabar.

"Untuk mempercantik tarum barat Kali Malang sangat mendukung juga bisa menjadi objek wisata warga Kota Bekasi kedepan," ungkapnya.

Pemkot Bekasi juga komitmen memberikan pelayanan kepada warga dengan didirikannya beberapa gerai pelayanan publik di beberapa wilayah.

Sudah ada 3 pelayanan terpusat di MPP Bekasi Junction, Gerai Pelayanan Publik (GPP) Atrium Pondok Gede. Dan terakhir GPP Plasa Cibubur untuk mendekatkan pelayanan masyarakat Kota Bekasi di wilayah Kecamatan Jatisampurna. Menurutnya dua gerai pelayanan akan segera dibangun di wilayah lainnya.

"Kita ingin kantor pemerintah dekat dengan masyarakatnya bahkan produk akan diantar ke rumah warga," ungkap Walikota Bekasi Rahmat Effendi.

Terkait pelayanan air minum warga, dan pemisahan aset PDAM Tirta Bhagasasi sudah dipercepat prosesnya.  Keberadaan aset PDAM Tirta Bhagasasi pun sudah tidak menambah jumlah jaringan. Ia yakin kedepan pelayanan akan meningkat 40-50 persen untuk penyediaan air bersih warga Kota Bekasi.

Kemudian ia mengatakan sejumlah prestasi tingkat nasional diraih Kota Bekasi  yakni Kota ke-6 se-Indonesia yang mampu menjaga harmonisasi umat beragama.  Selai  itu Pemkot Bekas mendapatkan penghargaan dari Kemenpan-RB sebagai peringkat B dalam sistem akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.

Dalam menyongsong pemilu presiden dan legislatif pada  17 April 2019, Walikota Bekasi Rahmat Effendi juga berharap warga bisa menggunakan hak pilihnya masing-masing sebagai kontribusi untuk bersama menentukan arah kebijakan nasional.

"Mekanisme dan penyelenggaraan selaras tema ulang tahun Kota Bekasi, 'Kualitas Aparatur Modal Dasar Merajut Kebhinekaan Untuk Menjaga NKRI dalam Mewujudkan Kota Bekasi yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan (Patriot 4.0)'," ungkapnya.

Kemudian program penataan jalan lingkungan termasuk penataan kawasan kumuh  kawasan kumuh di Kota Bekas yang bisa diwujudkan bersama dukungan dari jajaran TNI.

 Kemudian program penataan Polder air di jati asih untuk mengantisipasi banjir. Ia ingin Polder air bisa dilengkapi dengan pengelolaan air komunal sehingga limbah rumah tangga bisa diolah sebelum dibuang kembali ke alam.

"Bappeda, Sudah, Disperkimtan gagas program karya bhakti unik memuat penataan jalan lingkungan, kawasan kumuh, dan selesaikan segera membuat surat kepada Pangdam Jaya untuk partisipasi mempercepat penataan wilayah," kata Rahmat Effendi.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Walikota Bekasi Rahmat Effendi juga berharap pembangunan di Kota Bekasi terus bisa berjalan berkat partisipasi aktif semua pihak baik itu stakeholder dan masyarakat.

"Dirgahayu kota Bekasi Ke-22 tahun 2019, semoga kita selalu diberi kesabaran dan keikhlasan mengisi dengan hal-hal yang bermanfaat untuk pembangunan Kota Bekasi," pungkas Walikota Bekas Rahmat Effendi. ( Goeng/Ndoet)

Editor  : Saiful
Diberdayakan oleh Blogger.