Header Ads

Hadiri Wisuda Siswa, Kadisdik Tegaskan Sekolah Tidak Boleh Tahan Ijazah Siswa


POSPUBLIK.NEWS.COM
Kota Bekasi- Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dr.H.Inayatullah, M.Pd hadiri Wisuda Akbar. Sebanyak 278 siswa dari tingkat SD, SMP, SMA Sekolah Islam Terpadu Gema Nurani dinyatakan lulus dan siap untuk melanjutkan kejenjang berikutnya. Acara tersebut bertempat di Ballroom BSI, Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengapresiasi kegiatan Wisuda Akbar yang telah diselenggarakan dengan baik, Ia juga mengatakan pendidikan dan kesehatan merupakan parameter sebuah keberhasilan dari penyelenggaraan pemerintahan.

" Saya mengapresiasi kegiatan ini, Saya pun sempat terharu setelah menyaksikan para siswa secara hebatnya menyanyikan lagu kebangsaan, tercermin jiwa nasionalisme tertanam. Pendidikan dan kesehatan merupakan parameter sebuah keberhasilan dari penyelenggaraan pemerintahan.

Untuki itu Pemerintah KotaBekasi melalui Dinas Pendidikan terus melakukan peningkatan mutu. Baik dari peningkatan mutu SDM para pendidik, peningkatan kesejahteraan dan yang terpenting dapat mencetak generasi yang unggul. Supaya Kota Bekasi yang Cerdas dapat  terwujud," ujar Kepala Dinas Pendidikan.

Ia pun tak lupa untuk memberikan motivasi dan saran kepada para murid yang mulai esok akan masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.

" Untuk anak muridku, generasi penerus bangsa, perlu bapak ingatkan, dimanapun sekolah kalian, sukses tidaknya seseorang di masa mendatang, sukses tidaknya kita di masa depan, semua itu ada dalam diri kalian masing masing, kesuksesan seseorang itu diraih dengan usaha, kerja keras, semangat, serta kejujuran, dan yang paling utama adalah do'a orang tua, sayangi orang tua kalian, jalani nasihat yang orang tua kalian berikan, jaga nama baik almamater kalian," kata Kadisdik.

Kadisdik juga sangat menegaskan, pihak sekolah manapun tidak boleh ada lagi penahanan ijazah maupun rapot. Menurut nya tindakan seperti itu, bukanlah tindakan yang bijaksana.

" Tidak boleh ada lagi penahanan ijazah siswa, kalau memang ada permasalahan bisa dengan jalur musyawarah. Tindakan tahan ijazah merupakan tindakan yang tidak bijaksana, apalagi ini merupakan dunia pendidikan," tutup Inayatullah. (Ag/HMS)

Editor : Saiful

Diberdayakan oleh Blogger.