Header Ads

Team Kelurahan Bojong Rawalumbu Galang PSN Di Tingkat Wilayah RW

Team Pencanangan gerakan Serentak PSN Kelurahan Bojong Rawalumbu Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi 

POSPUBLIK.NEWS.COM
Kota Bekasi - Kelurahan Bojong Rawalumbu , Kecamatan Rawalumbu, Bentuk team pencanangan gerakan serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk ( PSN)  Di Tingkat RW - Tim Jumantik Kelurahan Bojong Rawalumbu melakukan monitoring dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan RW . Kegiatan yang merupakan  Project PSN berbasis Keluarga ini terus dilakukan secara masif.

kegiatan PSN diikuti sekretaris Lurah Bojong  Rawalumbu , perwakilan dari kader Posyandu beserta para kader kesehatan. Saat peninjauan, petugas jumantik bersama tim banyak menemukan genangan air yang di dalamnya terdapat jentik nyamuk. Selasa (30/7/19)

Tindakan preventif pun segera dilakukan yakni dengan membuang genangan air dan juga menaburkan bubuk abate. “Masyarakat harus mengantisipasi penyebaran nyamuk aedes aegypti dengan rutin melakukan gerakan PSN minimal dua hari sekali, sehingga tidak akan dijumpai jentik nyamuk yang berubah menjadi nyamuk. Menjaga kebersihan di dalam dan di luar rumah sangat penting dilakukan,” ungkap Budiyan.S.Sos Lurah Bojong Rawalumbu yang ikut memonitoring gerakan PSN di tingkat RW di wilayahnya.

Budiyan.S.Sos, mengatakan, PSN harus digalakkan sampai ke tingkat paling bawah di lingkup pemerintahan kelurahan . Yakni ke RT maupun RW. Sehingga terjalin komunikasi disertai aksi PSN yang dapat menekan angka kasus DBD.

Setelah team pencanangan gerakan PSN berbasis Keluarga  beberapa waktu lalu, Kelurahan Bojong Rawalumbu langsung aktif mengadakan sosilisasi dan himbauan kepada RT, RW. Bahkan dibentuk Pecanangan gerakan serentak PSN. Pencanangan gerakan  serentak membawahi kader Jumantik. “Sehingga kinerja dan monitoring kegiatan PSN oleh para kader jumantik ini dapat terakomodir dengan baik melalui Team pencanangan gerakan serentak PSN.

Kami berupaya untuk menjadikan kegiatan PSN ini sebagai budaya atau perilaku di kehidupan sehari hari, serta diharapkan bisa menjadi mindset di masyarakat, jadi tidak perlu ada himbauan ataupun sosialisasi. Ketika ada genangan air, ya langsung dibersihkan, ketika ada yang kotor-kotor tidak perlu dihimbau lagi untuk bersih-bersih,” katanya . ( Red/ DT )

Editor : Saiful
Diberdayakan oleh Blogger.