Header Ads

Kampung hidroponik Terbentuk di RW 011 Perumahan Taman Cikunir Indah Kelurahan Jaka Mulya, Bekasi Selatan

Komunitas Petani Hidroponik Kota Bekasi (Kopi-Kobi) Taman Cikunir Indah secara intens dan serius dalam memberikan pemahaman, bimbingan serta motivasi kepada warga masyarakat di RW 11 Kelurahan Jakamulya Kecamatan Bekasi Selatan

POSPUBLIK.NEWS.COM
Kota Bekasi - Bekasi  Selatan .
Kampung Hidroponik adalah merupakan suatu wilayah atau lingkungan dimana warga masyarakatnya melakukan kegiatan bertani dengan menggunakan sistem hidroponik, dengan memaksimal atau memanfaatkan lahan pekarangan yang minim untuk menjadi produktif, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangannya yang sehat serta turut mensukseskan program pemerintah dalam ketahanan pangan.

Disamping itu unsur penghijauan, kebersihan dan asri serta indahnya lingkungan dapat tercipta. Ini semua akan dapat tercipta jika masyarakat dengan pemerintah daerah selalu bersinergi dalam memberikan pemahaman, penyuluhan dan memotivasi kepada warga masyarakat.


Dengan dicanangkannya program Kampung Hidroponik oleh pemerintah daerah Kota Bekasi, maka untuk menciptakan suatu lingkungan dimasing masing tingkat Kelurahan, diharapkan timbul kepedulian masyarakat terhadap pentingnya berpola hidup sehat , khususnya dalam mengkonsumsi makanan yang sehat higinies bebas dari penggunaan pupuk non organik serta bebas pestisida dalam menangkal hama.

Dari kondisi tersebut maka Komunitas Petani Hidroponik Kota Bekasi (Kopi-Kobi) Taman Cikunir Indah secara intens dan serius dalam memberikan pemahaman, bimbingan serta motivasi kepada warga masyarakat di RW 11 Kelurahan Jakamulya Kecamatan Bekasi Selatan, dan selalu bersinergi dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, RT, RW dan pemerintah mulai tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi. Ujar Hariadi Pratomo Ketua Kopi-Kobi  (TCI) Taman Cikunir Indah.


Karena kendala yang dihadapi saat memberikan bimbingan dan motivasi warga masyarakat sangat kompleks sekali, maka Kopi Kobi (TCI ) taman Cikunir indah, membentuk Sub Unit ditingkat RT dan ini perlu sinergi dengan pihak pihak terkait tadi, karena tanpa sinergi dengan pihak tersebut sulit dapat tercipta suatu Kampung Hidroponik yang baik dan benar, dan perlu juga bersinergi dengan para pelaku usaha tentunya didalam memenuhi kebutuhan kebutuhan berhidroponik, seperti penyediaan nutrisi sebagai pupuknya, karena nutrisi dalam berhidroponik sangat utama, maka sangat diperlukan untuk sinergi dengan para pelaku usaha supaya turut berperam aktif didalam membangun Kampung Hidroponik, dan kami Kopi Kobi selalu berkoordonasi dengan para pembina untuk mencari solusi dalam memenuhi kebutuham nutrisi diawalnya, maka solusi kebutuhan utama dalam berhidroponik dapat teratasi.


Tingkat perkembangan Kampung Hidroponik di RW 11 Kelurahan Jakamulya Kecamatan Bekasi Selatan bisa dilihat sendiri seperti kit hidroponik yang terpampang di rumah rumah para warga dilingkungan RW 11 ini merupakan suatu bukti atas upaya dari semua pihak sehingga Kampung Hidroponik di RW 11 ini bisa berkembang dengan cukup pesat.

Di RT 10 RW 11 Kelurahan Jakamulya Kecaatan Bekasi Selatan sudah mencapai 1006 titik lubang tanam dan inipun masih berkembang dan kit hidroponik warga masih dalam.proses 80% jadi bisa mencapai penambaham lebih kurang 200 sampai 500 titik lubang lagi, jadi total sementara 1506 paling tidaknya.

H. Yoyo Ketua RW 11 merangkap pembina Kopi Kobi mengatakan bahwa perkembangan berhidroponik di lingkungan RW 11 cukup baik, walaupun di tiap tiap RT masih berkisar 20 sampai 30 % dari jumlah Kepala Keluarga Induk yang berhidroponik.

Sebagai pembina Kopi Kobi kondisi perkembangan hidroponik grafiknya meningkat terus, motivasi dan konsultasi terus diberikan kepada warga, serta pemahaman bahwa hasil panen tidak perlu dikhawatirkan karena saudara kita yang belum berhidroponik inilah pangsa pasarnya, jadi memiliki 70 sampai dengan 80 % pangsa konsumennya.
Namun ini perlu pembinaan bagaimana supaya hasil panen bisa bagus, ujar M Edi selaku wakil ketua kopi kobi.

Maka perlombaan Kampung Hidroponik dalam penilaiannya semestinya juga dilihat dari historis proses awalnya seperti strategi memotivasi serta bertanggung jawabnya masing masing warga terhadap hidroponik di lingkungannya, khususnya yang ada dirumah masing masing, jadi bukan dititik area yang menggunakan fasos saja, kalau ini yang jadi titik penilaian sangat kasihan bagi saudara saudara kita yang tinggal di pemukiman perkampungan yang tidak memiliki fasos dan jika demikian ini berarti ada unsur. (red)

Editor : Saiful
Diberdayakan oleh Blogger.