Header Ads

Madrasah MDTA Miftahul Huda Rusak Parah Di Sukabumi Minim Perhatian

Bangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Miftahul Huda yang rusak Parah di Kampung Kp.citongtonghot, RT.03/10  Desa Cisarua Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat


POSPUBLIK.NEWS.COM SUKABUMI.Jawa Barat- Keberadaan bangunan sekolah Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Miftahul Huda yang rusak di Kabupaten Sukabumi masih minim perhatian. Padahal, bangunan tersebut sudah mengalami kerusakan sejak bertahun- tahun yang lalu.



Bangunan sekolah yang rusak itu terdapat di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA ) Miftahul Huda, Kampung Kp.citongtonghot, RT.03/10  Desa Cisarua Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Lokasinya tepat berada di pusat ibu kota Kabupaten Sukabumi.




Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah ( MDTA) Miftahul Huda, dengan memiliki pengajar yaitu mulai dari kepala Sekolah Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah MDTA Miftahul Huda, yaitu  kepsek: Bapak. Dedi. Dan Guru.ibu Ai siti Hamidah, ibu. Lina. Ibu. Hilma. Ibu. Siti Rohmah. Selaku pengajar pada siswa-siswi Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah ( MDTA ) Miftahul Huda. 


Kepala Sekolah Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah ( MDTA ) Miftahul Huda, Sukabumi , Dedi, menerangkan sudah bertahun - tahun bangunan sekolahnya mengalami kerusakan.



"Ada berapa lokal atau kelas yang rusak parah dan tidak bisa digunakan belajar, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6, namun hanya 1 ruang kelas yang dapat di pergunakan, yaitu ruang kelas 6 itupun sudah mengalami kebocoran disaat musin penghujan, sehingga siswa-siswi belajar bergantian, ujar kepsek Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah ( MDTA) Miftahul Huda Sukabumi, kepada wartawan, Online Pospublik.News.Com. " Selasa (3/2/20).

Sementara Empat ruangan belajar lainnya kondisinya juga rusak dan tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Hanya satu ruangan yang dipergunakan, itu pun bila musin hujan mengalami kebocoran. Kerusakan bangunan ini disikapi sekolah dengan menggelar kegiatan belajar di dalam hingga bergantian di ruangan kelas sekolah.

Namun kata Dedi, Dalam proses Kegiatan belajar mengajar (KBM ) saat ini dipindahkan ke dalam salah satu ruangan kelas, karena dengan setiap kondisi musim hujan, selalu mengalami kebocoran. Dampaknya, satu ruangan  dipakai oleh kelas berlainan. Misalnya kelas I, Kelas II dan Kelas III, Kelas IV Kelas V serta dan VI digabungkan dengan ruang kelas VI guna untuk mengikuti proses belajar.



Sebelumnya, ruangan guru pun tidak dapat dipergunakan karena sudah rusak. Ironisnya, ungkap , Dedi,, semua ruangan kelas mengalami kebocoran. Hal ini menyebabkan kegiatan belajar mengajar ( KBM ) menjadi terganggu.

"Kami sudah minta bantuan ke  Pemerintahan Kabupaten Sukabumi , melalui ( Bupati ) pada tahun 2019’ namun sampai saat ini Tidak adanya realisasi atau kabar baik, dari Bupati Kabupaten Sukabumi ". ujar Dedi.

Permohonan bangunan yang rusak dan ruang kelas tersebut pernah diajukan pada tahun 2014.

Bahkan pada tahun 2019 melalui Calon Anggota DPRD Partai Golkar, yang Bahkan Anggota DPRD Partai Golkar tersebut telah berhasil menjadi Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, berlalu belum ada tanggapan.

" Tau diperjuangkan oleh Anggota DPRD Partai Golkar, atau hanya kapulase saja saat pada mencalonkan diri Sebagai Caleg DPRD dari Partai Golkar untuk DPRD Kabupaten Sukabumi."

" Dedi " berharap agar adanya perhatian baik dari Pemerintahan Gubenur Jawa Barat atau Bupati Pemerintahan Kabupaten Sukabumi untuk dapat memberikan perhatian terhadap ratusan pelajar yang kini belajar dengan kondisi memprihatinkan.

Selain kondisi sekolah rusak ungkap Dedi, sekolah juga kekurangan meja dan bangku. Keadaan ini menyebabkan sejumlah siswa harus belajar beralaskan lantai.

Salah seorang pelajar Kelas IV, ibu Lina , mengatakan, para siswa berharap bangunan sekolah bisa segera diperbaiki. "Ingin belajar seperti di sekolah lain yang bangunannya bagus dan tidak bocor,’’ ujar dia.

Namun dengan semangat juang Dan Tak mengenal lelah sehingga jiwa naluri keguruan tetap semangat memberikan perhatian belajar mengajar kepada siswa-siswi, walaupun dengan fisik sekolahan yang sudah rusak dan banyak mengalami kebocoran disaat musin penghujan, tetapi para guru tetap masih semangat mengajar para murid -muridnya. ( Red)

Reporter : EDI SAHEDI

Editor.       : Saiful

Diberdayakan oleh Blogger.