Header Ads

Kepala Desa Taman Sari Akui Ontel Bin Teran Terdaftar Di Buku Catatan Desa

Kades Taman Rahayu
H Abdul Wahid

POSPUBLIK.NEWS.COM
Kab Bekasi. -- Dari keterangan ahli waris Ontel bin Teran Gunawan alias Kiwi sesuai Buku C tahun 1960 No. 952 Persil 56 di Kampung Serang Rt 03/03 Desa Tamanrahayu, dan surat peryataan bersama bahwa tanah kami di akui oleh Kepala Desa H. Abdul Wahid dan ditanda tangani oleh beliau.


Plang yang terpasang

Kepala Desa Taman Rahayu H. Abdul Wahid mengatakan, kita telah mengadakan musdes ( musyawarah desa) dan semua sepakat langsung kelapangan untuk memasang plang, memang kita belum dapat izin dan pernyataan dari dinas terkait, bahwa lahan tersebut tanah TPU, hanya berdasarkan peryataan dari tokoh masyarakat disini dan dia juga yang bisa menjelaskan itu semuanya itupun dengan lisan bukan berarti bukti secara tertulis. Ucapnya kades.

Plang yang dipasang oleh Kades Taman Rahayu, H .Abdul Wahid

lanjut Kades, yang jelas pemakaman itu sebelum tahun itu,  bahkan di 'bender plang di tulis tahun 1942, memang sudah ada disitu tanah pemakaman. Dan untuk leter C nya juga ada di desa kita, karena sudah pemecahan dari desa Tamansari, bahkan dua minggu kemaren sudah kita kirim kedia jawaban tentang leter C atas nama ontel, memang tidak terdaftar di leter C Desa Taman Rahayu. Ucapnya

Wawancara Kades Taman Sari
M. Jahi Hidayat

"Yang jelas waktu itu saya di unjukin leter C Desa Taman Sari, tetapi tidak di tanda tangani oleh kepala desa yang sekarang alias kosong dan tidak ada tanda tangan oleh desa. kalau tulisan Ontel Bin Teran nya ada  namun tidak di tanda tangani .ucapnya.

"Dari keterangan dan pemaparan Kepala Desa Taman Sari M Jahi Hidayat, Awal nya sebelum ada Desa Taman Rahayu, Desanya adalah Desa Taman Sari, berarti otomatis segala administrasi catatan tanah adanya di Desa Tamansari, karna belum ada Desa Taman Rahayu, Setelah itu dengan adanya pemekaran Desa maka pencatatannya
atau buku induk catatan masih diawal sebelum pemekaran, yang jelas ada di buku induk taman sari, karna belum di pisah induknya di situ masih satu buku . ucapnya

Kel Ahli Waris Ontel bin Tera

Masalah leter C no 952 persil 56 ontel bin teran untuk menjelaskan
nya jagan tanya kesaya, karna bukunya sudah disita polisi dan leter C nyapun saya belum pernah lihat dan awal penyitaan kepolisian juga bukan dari saya, itu dari kepala desa yang dulu  sebelun saya, mangkanya saya tidak tau.

Masalah leter C ontel bin teran yang kosong   tidak di tanda tangani, yang jelas tidak ada hubugannya degan saya, lahan itu kan (tanah nya) di wilayah orang ( Desa Taman rahayu), belum tentu mengakui tanda tangan saya untuk pengesahanya , kecuali tanah tersebut di wilayah saya, kalau buku boleh boleh saja, karna awalnya memang satu desa, tapi untuk pengesahnya bukan hak saya lagi begitu juga halnya pengesahan ontel bin teran, dan itu juga fisiknya tidak tau dimana ucapnya.

"Kalau tanah tidak bertuan bukan tidak bertuan, memang orang dulu kan
masih sedikit, sementara tanah luas, jadi kadang tanah (lahan) tidak terurus, jadi ini lah yang menjadi awal masalah dulu, tinggal ngaku ngaku doang kalau dulu mah, misalnya nih ada pendaftaran di desa atau ngumumin bahwa ada pendaftaran tanah silahkan yang mau garap tanah, yang pingin punya garapan tanah silahkan mendaftar kedesa dan pada datang , setelah di daftarin tidak di urus lagi sama dia dan pajak nya juga ngak dibayar-bayar, bahkan di tinggalkan begitu saja, jadi mungkin hal-hal seperti inilah yang bisa membuat masalah, seperti yang dialami sekarang pungkasnya. (Red)

Reporter : Ruben

Editor.      : Saiful
Diberdayakan oleh Blogger.