Header Ads

LSM KAMPAK MAS RI DPC KAB.BEKASI "DESAK KEJARI BEKASI AGAR BERGERAK CEPAT

Ketua LSM Kampak Mas RI

POSPUBLIK.NEWS.COM
Kab.Bekasi. -- Ketua LSM Kampak Mas RI bersama Sekretaris, kembali menyambangi gedung Kejaksaan Negeri Bekasi, guna mempertanyakan tindak lanjut dan sudah sejauh mana kenerja Kejaksaan paska dilayangkannya Surat laporan dugaan tindak pidana korupsi, pada pembangunan Gedung Rawat Inap Puskesmas Karang Bahagia. Selasa 03/03/2020.



Pada saat di konfirmasi para awak Media, setelah menyambangi Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Ketua LSM KAMPAK MAS RI mengatakan, mengharapkan
kiranya Kepala Kejaksaan Negeri Cikarang Kabupaten Bekasi, ( Raden Rara Mahayu Dian Suryandari. SH, ) jangan sampai tebang pilih untuk menangani laporan, beliau juga mendesak agar segera menindak lanjuti Laporan Informasi yang Kami sampaikan, perihal dugaan adanya tindak Pidana Korupsi yang lebih parah, bahkan luput dari Pemeriksaan BPK, pada Kegiatan Pembangunan Gedung Rawat Inap Puskesmas Karangbahagia.



Lanjut Bahyudin selaku Ketua LSM Kampak Mas RI. Masa Kami harus melakukan Demonstrasi ke Kejaksaan, kalo seperti itu kan gak lucu, kesannya kejaksaan harus di desak atau di-Demo dulu baru jalan. Tapi kalo sampai 7 hari kerja +3 tidak ada tindak lanjutnya, mungkin harus didorong dengan unjuk rasa. Sementara ini kami masih melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan, apa bedanya dengan kasus gedung SMPN 3 Karang bahagai, bahkan Gedung Rawat Inap ini justru lebih parah dan sama sekali tidak bisa di gunakan, tegasnya.

Gedung Rawat Inap Puskesmas Karang bahagia  di bangun pada tahun 2018 dengan sumber anggaran APBD Tahun 2108, hampir kurang lebih Rp 2.9 milyar, dengan pemenang tender PT. TIMBANG CIPTA LAKSANA , yang berkedudukan di Tebet Jakata Selatan.

Gedung yang belum lama di bangun tersebut belum sempat di pakai dan di fungsikan, karena kondisinya sangat parah, bahkan lebih parah dari SMPN 3 Karang bahagia  yang saat ini viral dan di laporkan mahasiswa.

Kondisi bangunan rusak parah hampir seluruh dinding retak , tiang penyangga belah, plapon ambrol, lantai keramik amblas dan posisi bangunan  agak miring ke kanan, sampai saat ini pihak kejaksaan belum ada tindakan, dan melakukan sidak turun kelapangan untuk melihat kondisi bangunan Rawat Inap Puskemas Karang bahagia tersebut. tutupnya (Red)

Reporter : Ruben

Editor.    : Saiful
Diberdayakan oleh Blogger.