Aksi Ujuk Rasa Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan Kabupaten Brebes ( AMPP ) Pertanyakan Kinerja Kejari Brebes

Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan Kabupaten  Brebes ( AMPP ) dalam Unjuk rasanya ke kantor kejaksaan (Kejari) Kabupaten Brebes 


POSPUBLIK.NEWS.COM
Brebes-Jawa Tengah.
Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan Kabupaten  Brebes ( AMPP ) dalam Unjuk rasanya ke kantor kejaksaan (Kejari) Brebes dengan tujuan untuk mendorong kinerja yang lebih transparan dan profesional dengan ( Kejari ) yang baru dijabat oleh ibu Emy Munfarida SH, pada tgl 12-juni-2020 di kabupaten Brebes, serta dari pihak kejaksaan pun memberikan ruang dialog Untuk ( AMPP ) Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan , menurut Deden selaku kordinator gerakan Aksi Unjuk rasa bersama-sama dengan masyarakat menyampaikan orasinya dan tuntutannya kepada pihak Kejaksaan ( Kejari ) kabupaten Brebes, ibu Emy Munfarida SH, selaku pimpinan ( Kejari) Kabupaten Brebes dengan keterbukaan dgn seluas luas nya menerima usulan usulan maupun tuntutan tuntutan dari masyarakat itu sendiri sesuai dengan tugas maupun  kewenangan- kewenangannya.


Sehingga dari  Puluhan aktifis yang tergabung dalam AMPP (Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan) kabupaten Brebes yang di motori oleh Deden Sulaiman, Anom Panuluh, Sri Handayani, Ahmad Sugiarto, Rumono aswad bersama Puluhan aktifis-aktifis senior bersatu gelar aksi turun kejalan Dalam tema Mimbar Bebas Bela Kejaksaan Negri Kabupaten Brebes .


Tujuannya adalah Agar selalau bekerja pada tupoksinya dan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan Masyarakat Kabupaten Brebes Khususnya.


Aksi Turun kejalan di mulai dari Kantor Gema Berhias di Kelurahan Limbangan Kulon di teruskan berjalan kaki menuju kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Brebes yang mendapat pengawalan khusus dari kepolisian Sektor Brebes, Babinsa dan jajaran Polisi Resot (POLRES) Kabupaten Brebes.
Puluhan aktivis aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMPP) di Kabupaten Brebes nekat melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Brebes, Senin (22/6/2020) siang.

Dengan membawa poster dan berjalan kaki, para aktivis yang berjumlah sekitar puluhan orang itu berunjuk rasa mempertanyakan pernyataan kejaksaan terkait rekomendasi lelang ulang bagi beberapa proyek di Dinas.

Massa pendemo yang berjumlah sekitar puluhan orang tersebut memulai aksinya sekitar pukul 10.30. WIB. Setelah tiba di halaman Kantor Kejari Brebes, mereka langsung menggelar orasi terbuka sambil membentangkan poster bertuliskan 'Aksi Bela Kajari Brebes'. Masa pendemo melakukan mimbar terbuka sekitar 15 menit.

Saat berorasi di halaman Kejari Brebes, mereka ditemui Kasi Intel Kejari Brebes, Hardiansyah. Perwakilan dari mereka kemudian diterima untuk melakukan audiensi di Aula Kejari Brebes. Sebanyak 10 perwakilan masa pendemo dari aktivis kesehatan tersebut melakukan audiensi selama sekitar 1 jam dengan protokol kesehatan. Selain wajib memakai masker, mereka juga wajib menjaga jarak saat di dalam ruangan.

Mereka juga meminta kepada Kajari Brebes yang baru Emy Munfarida untuk melakukan bersih-bersih di jajarannya untuk menepis rumor-rumor di internal kejaksaan.

Sehingga pihak Kejari Brebes melalui Kasi Intel Kejari Brebes Hardiansyah mengatakan, ada salah persepsi terkait tuntutan para aktifivis AMPP yang berunjuk rasa. "Jadi begini, ini ada salah persepsi. Karena Kejari Brebes selama ini tidak pernah mengeluarkan rekomendasi lelang ulang terhadap kegiatan pembangunan di Dinas Kesehatan," kata Hardiansyah.
Hardiansyah kembali menegaskan, Kejaksaan hanya melaksanakan sosialisasi bidang perdata dan tata usaha negara terkait kerjasama (MoU) antara Kejari Brebes dan Pemkab Brebes. "Kami mengapresiasi terhadap masukan dari teman-teman aktivis. Dan juga kita sudah sampaikan tuntutan mereka ke ibu Kejari Brebes,"pungkasnya.

Terima Kasih atas kedatangan saudara saudara sekalian ini adalah teguran ini adalah koreksi nyata bahwa kami di nilai kami di pantau kami di awasi oleh masyarakat kabupaten brebes Apresiasi Kami dengan senang hati kami sambut kedatangan saudara-saudara "Sambut Hardiansyah kasie Intel Kejari Brebes.
Kami datang dengan tujuan baik karena kami peduli, kami ingin agar marwah Kejaksaan tetap di jaga kedaulatanya agar kejaksaan negri brebes Bersih dari oknum-oknum yang tidak laksanakan Tri Krama Adhyaksa yang jujur, tanggung jawab Dan bijaksana dalam menjalankan amanah rakyat. 

Kami rakyat bodoh dan kami tidak tau prodak Hukum maka kami lakukan aksi Mimbar bebas untuk Bela kejaksaan agar bisa bekerja sesuai UUD, pancasila dan sesuai aturan aturan kejaksaan Agung yang tertuang.
Terkait dengan beberapa item proyek di Kabupaten brebes yang katanya mau di lelang ulang kami rakyat yang bingung tanah sudah di urug tapi tidak diteruskan kami masyarakat cuma butuh percepat pembangunan, karena jika hal itu terjadivdi duga akan merugikan uang negara lebih banyak lagi, " Tandas Deden sulaiman dalam Orasi dan Audensinya di dalam ruang Aula kejaksaan brebes .

Jangan salah artikan kedatangan kami dengan presepsi bahwa kami memusuhi kejaksaan Kami datang Justeru kami membela kejaksaan agar tidak terjadi Miskomunikasi nantinya, Kami dukung kinerja Kejaksaan biar sesuai undang undang dan praturan hukum yang benar karena marwah kejaksaan harus kami bela supaya tetap menjadi pedoman tegaknya keadilan dan prinsip kerja penegak hukum yang bermartabat, "Imbuh anom panuluh dalam ruang adensi di aula kejaksaan mewakili suara para aktifis.

Ibu Emy Munfarida.SH, kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Brebes

Sementara itu Ibu Emy Munfarida.SH, kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Brebes dalam sambutanya saat menerima perwakilan dari demonstran di aula kejaksaan memaparkan," Tanpa masyarakat kami Bukan siapa siapa jika ada temuan penyimpangan atau ketidak puasan silahkan datang lagi kalau bisa langsung temui saya biar kami evaluasi semua koreksi koreksi dari Masyarakat.

Sejujurnya hari ini saya sampaikan salam kenal karena saya ditugaskan memimpin kejaksaan negri brebes ini yang sebelumnya saya tugas di luar jawa sekarang dari saya dilantik beberapa hari lalu tekad saya adalah menjalankan tugas sesuai tupoksi, sesuai UUD, pancasila dan peraturan praturan dari atas, hal itu sudah pasti akan kami laksanakan terima kasih akan semua koreksi yg di sampaikan ini adalah sesuatu yang sangat berharga karena kami mendapat koreksi langsung dari masyarakat.

Ini adalah amanat tertinggi teruslah koreksi kami teruslah pantau kami, awasi kami jangan sungkan untuk melaporkan langsung kepada saya jika melihat kesalahan yang di lakukan oleh kasi kasi kami biar kami evaluasi kedepan lebih baik lagi, "Tegas Ibu Emy Munfarida Kepala Kejaksaan Negri Kabupten Brebes Dalam sambutanya di depan para aktifis dan para demonstran dari Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan kabupaten brebes.

Emy Munfarida. SH, pun berterima kasih kepada warga masyarakat kabupaten Brebes  yang telah mengingatkan  memberikan dukungan serta dorongan kinerja untuk kedepan akan lebih Propesional serta Tranparansi dengan harapan ibu Emy Munfarida. SH, tetap selalu berjalan dengan bersama masyarakat yang selalu bersinergi. Tuturnya

Bahkan pihak Kejari Kabupaten Brebes telah membuat MOU atau Pernyataan sikap dengan menuangkan surat sebagai bukti dalam Surat "  PERNYATAAN KEPALA KEJAKSAAN NEGERI BREBES"

Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : EMY MUNFARIDA, SH
Jabatan : Kepala Kejaksaan Negeri Brebes

Dengan ini secara bersungguh-sungguh berjanji kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Brebes bahwa saya akan memimpin segenap insan Adhyaksa di Kejaksaan Negeri Brebes agar menjadi Aparat Penegak Hukum yang PROFESIONAL dan BERSIH dengan mengejawantahkan TRI KRAMA ADHYAKSA dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Kejaksaan RI yang diamanatkan dalam Peraturan Perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan RI. Sebagai wujud kesungguhan pernyataan tersebut di atas maka Saya akan segera melaksanakan beberapa poin yang dituntut dalam Aksi Bela Kejaksaan yaitu antara lain  :

1. Melaksanakan secara sungguh-sungguh Instruksi Jaksa Agung RI Nomor 7 Tahun 2019 tentang pelaksanaan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor 345 Tahun 2019 tentang Pencabutan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor : KEP-152/A/JA/10/2015 tentang Pembentukan TP4 Kejaksaan RI sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor : KEP-059/A/JA/03/2018.

2. Melaksanakan dengan sungguh 7 Kebijakan Strategis Kejaksaan RI Tahun 2020 – 2024 sesuai dengan wilayah hukum Kejaksaan Negeri Brebes.

3. Membuktikan kepada Warga Masyarakat di Kabupaten Brebes bahwa Predikat Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi yang diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi kepada institusi Kejaksaan Negeri Brebes benar-benar dapat dipertanggungjawabkan sebelum melangkah pada Program Wilayah Birokrasi Bersih Melayani.

4. Segera melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparat Kejaksaan Negeri Brebes agar bisa segera menyelesaikan seluruh kasus-kasus dugaan Tipikor yang sudah bertahun-tahun mengendap dan belum jelas penyelesaiannya.

5. Mengusut adanya dugaan yang sudah menjadi rahasia umum di kabupaten Brebes tentang jual beli proyek pengadaan langsung yang dilakukan oleh anggota DPRD atas nama POKIR yang dapat dikategorikan tindak pidana korupsi dan harus diberantas.

6. Mengaktifkan Satuan Tugas Pengaduan Permasalahan Investasi dan Usaha untuk menciptakan investasi yang sehat sesuai dengan amanat jaksa Agung dalam Rakernas Kejaksaan RI tanggal 3 Desember 2019 demi terwujudnya Proyek Strategis Nasional Kawasan Industri Brebes yang memberikan manfaat ekonomi yang nyata kepada seluruh warga masyarakat secara luas dan tidak hanya dinikmati oleh sekelompok elit masyarakat tertentu serta justru merugikan dengan tidak diantisipasinya dampak negatif dari PSN KIB tersebut bagi masyarakat sekitarnya .

Maka Dalam Hal ini Kejari Kabupaten Brebes , EMY MUNFARIDA.SH , pun beserta jajarannya siap menerima kritik dan saran dari masyarakat, yang bersifat proposional serta profesional sesuai dengan tugas dan kewenangannya, serta berjanji akan menindak tegas apabila ada oknum  dijajaran nya yang tidak bertanggung jawab. (Red)

Reporter : Tirto.S
Editor.      : Saiful

Posting Komentar

0 Komentar